Tampilkan postingan dengan label Takashi Matsuoka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Takashi Matsuoka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 April 2014

Samurai 1: Kastel Awan Burung Gereja

Download (PDF)
| DropBox | 4shared | Box |

Download (EPUB)
| DropBox | 4shared | Box  |

Takashi Matsuoka adalah seorang penulis yang menghabiskan masa kecilnya di Hawaii, ia juga sempat bekerja di kuil Budha Zen. Pengalamannya yang pernah bekerja di kuil Budha Zen membuatnya fasih dalam menggambarkan kehidupan spiritual di kuil Zen dalam bukunya. Dalam bukunya, ia menceritakan kisah tentang kehidupan di Jepang pada abad 19, khususnya pada tahun 1861-1862,masa 250 tahun setelah perang sekigahara dan masa-masa mulai runtuhnya dinding-dinding kekuasaan Shogun.

Dalam buku ini terdapat beberapa tokoh penting, tokoh utamanya adalah Genji, seorang bangsawan dari klan Okumichi di yang menguasai provinsi Akaoka, ia adalah salah satu bangsawan yang menolak pemerintahan Shogun Tokugawa pada saat itu. Banyak yang menganggap bahwa Genji hanya seorang bangsawan yang suka hura-hura, menghabiskan waktunya bersama geisha dan sake.Banyak yang menganggap Ia tidak seperti kakeknya Lord Kiyori yang gagah dan tegas, ia dianggap sebagai orang yang akan menghancurkan klannya sendiri. Tetapi tak sedikit juga dari pengikutnya yang masih setia karena menganggap Lord Genji memiliki kemampuan khusus yang dianggap sebagai anugerah bagi keturunan bangsawan Okumichi, yaitu kemampuan untuk meramal masa depan, Lord Genji juga merupakan seorang "pendobrak", ketika Jepang menutup diri terhadap pengaruh luar terutama dari barat. Ia malah memfasilitasi para misionaris Kristen dari Amerika untuk membuat rumah misi di istananya. Mulai dari sini alur cerita menjadi semakin rumit, Banyak terjadi peperangan, pengkhianatan, kesetiaan, pengabdian, pengorbanan, semuanya terjadi silih berganti.

Penulis menulis ceritanya dengan sangat detail, ia dapat menggambarkan situasi dalam cerita seakan-akan pembaca berada di dalamnnya. Penulis dapat memadukan sejarah, cerita cinta, dan fiksi menjadi sebuah tulisan yang bisa dibilang luar biasa. Ia menggambarkan cerita dengan begitu nyata, ia juga bercerita dari berbagai sudut pandang dan ruang.

Hampir tak ada kekurangan dalam buku ini, selain kesalahan percetakan, karena ada beberapa halaman di buku ini yang "agak kacau", selain itu juga cerita akhirnya dibuat "menggantung" masih menyisakan misteri, tapi hal ini tak bisa di sebut sebuah kekurangan karena buku ini merupakan buku ke satu dan masih ada sekuelnya yang berjudul, SAMURAI; JEMBATAN MUSIM GUGUR. Mungkin karena hal inilah cerita akhir dalam buku ini masih menyisakan misteri.

Jika ada pertanyaan yang bertanya, berapa anda akan menilai buku ini dengan pilihan kuantitas 1 - 10..? Saya akan memberi nilai buku ini 9, karena buku ini sangat bagus dan banyak pesan tentang kehidupan yang akan kita dapat dari buku ini.

Rabu, 19 Maret 2014

Samurai 2: Jembatan Musim Gugur

Download (PDF)
| DropBox | 4shared | Box |

Download (EPUB)
| DropBox | 4shared | Box |

Buku ini merupakan lanjutan dari Samurai: Kastel Awan Burung Gereja (Cloud of Sparrows: An Epic Novel of Japan). Lebih tebal dan lebih kompleks.
Di buku ini berbagai masalah yang menjadi misteri di buku pertama akan terungkap asal mulanya. Misalnya, dari mana para keturunan Klan Okumichi mendapat kemampuan meramal; alasan Lord Shigeru membunuh ayahnya sendiri, Lord Kiyori.; siapakah Lady Shizuka yang selalu muncul dalam mimpi Lord Genji. Dilengkapi pula dengan silsilah Klan Okumichi, yang memudahkan pembaca memahami cerita ini dan membayangkan hubungan antar tokoh.

 Di awal sedikit membingungkan, karena cerita berlompat-lompat waktunya. Dimulai dari tahun 1860, setahun sebelum kedatangan misionaris dari Amerika, kemudian berpindah ke tahun 1311, lompat ke tahun 1867, bahkan sampai tahun 1882, 20 tahun setelah pertempuran di Kuil Mushindo. Banyak kejadian yang tak terduga selama rentang waktu 20 tahun itu.

 Dari 6 orang yang selamat dalam pertempuran di Kuil Mushindo, Lord Genji, Hide, Hanako dan Emily Gibson masih tinggal di Jepang, sementara Matthew Stark dan Heiko pergi menuju Amerika. Emily tinggal di Jepang untuk melanjutkan misi misionarisnya dan menterjemahkan perkamen-perkamen kuno yang ada di Kastel Awan Burung Gereja ke dalam bahasa Inggris.

 Pada tahun 1867, orang-orang asing sudah masuk ke Jepang. Hal ini menimbulkan gerakan anti-orang asing. Di antaranya adalah Charles Smith dan Robert Farrington yang bersaing memperebutkan Emily. Kimi, gadis kecil di Kuil Mushindo, diangkat jadi Biarawati Kepala Biara Mushindo. Tragedi yang menyebabkan kematian masih banyak terjadi.

 Perubahan pola pikir Lord Genji yang agak ‘kebarat-baratan’ membuatnya mempunyai musuh-musuh baru, termasuk dari orang-orang kepercayaannya, para samurai yang masih menganut tradisi kuno, seperti Lord Taro, dan juga orang luar, Lord Saemon, yang tidak lain adalah anak dari Lord Kawamichi yang tewas dalam pertempuran Kuil Mushindo. Dan hal ini juga membahayakan jiwa Emily, yang tidak disukai karena dianggap mempengaruhi junjungan mereka. Beberapa kali terjadi percobaan pembunuhan terhadap Emily.

 Tokoh baru yang muncul, antara lain adalah Makoto Stark, anak Matthew Stark yang pergi ke Jepang untuk memperjelas asal-usulnya.

 Banyak kejutan tak terduga yang muncul dan menimbulkan konflik baru. Sepanjang buku ini, kita akan dibawa kembali ke masa lalu Lord Genji. Dari awal munculnya Klan Okumichi, dan sejarah keturunannya sampai berakhir pada Lord Genji.

 Buku ini lebih kompleks dari buku pertamanya, tapi sedikit lambat karena banyaknya latar belakang yang harus diceritakan. Di buku pertama, cerita bergerak cepat dan tidak banyak ‘maju-mundur’-nya. Intrik-intriknya lebih banyak jadi lebih menegangkan, tapi ada bagian-bagian yang terlalu panjang, jadi agak membosankan, seperti ‘perselisihan’ antara Charles Smith dan Robert Farrington. Lord Genji sendiri, di awal-awal cerita tidak terlalu banyak muncul.

 http://lemari-buku-ku.blogspot.com