Rabu, 12 Maret 2014

Game Is Over

Download (PDF)
| DropBox4shared

Download (EPUB)
| DropBox | 4shared


Gak kerasa hampir satu dekade saya berkecimpung didunia persilatan LGBT, lesbian, gay, biseksual dan Transgender. Ada banyak cerita dan ada banyak kenangan yang tersimpan rapi didalam kantong
hati, gak keitung berapa kantong kenangan itu, dimulai dari kota Yogyakarta, Jakarta, Batam, Kepulaun Riau, dan kembali lagi ke Jakarta. Banyak sekali curhatan-curhatan kawan-kawan yang saya simpan, dari mulai cerita duka sampai cerita bahagia yang semuanya itu saya rangkum dalam novel perdana saya ini.
Pada lembar ini saya menghaturkan terima kasih kepada gusti Allah yang masih mengizinkan saya menghirup udara di Bumi ini. Dan kedua orang tua dan adik-adik saya Juga buat kawan-kawan yang udah percaya berbagi cerita dengan saya, terutama tiga tokoh yang ada dalam novel ini, yaitu Mista, Fadil dan Andi. Awalnya sempat stress juga ngikutin perjalanan, naik kereta api, bus way, dan angkot. Tapi lama-kelamaan mengasikkan juga ya cyiin. Juga ada mas dodo, orang yang satu ini adalah orang yang paling banyak mengajarkan tentang pengorganisiran komunitas, saking keasikan mengorganisir gak kerasa ternyata saya sudah melewati 10 tahun berada dikomunitas.
Selanjutnya ada Hendro yang mendigsn cover novel hingga layout, tanpa lu mengkin novel ini hanya jadi tulisan berdebu, mbak…..,yg rela meluangkan waktunya mengedit tulisan hingga jadi tambah renyah, Mumu aloha yang kalau ketemu selalu melontarkan kata “mana karyamu, ayolah nulis jangan nyerah kamu pasti bisa”. Kemudian ada Kamel Koordinator Institut Pelangi Perempuan yang telah memberikan fasilitas kantornya hingga novel ini selesai.
Dan juga untuk kawan-kawan tercinta saya : di Yogya ada Uki,Oki,Tita,Dave, Hana dan Asmar. Menuliskan nama kalian jadi inget Puncak kayangan Parang tritis. Di Jakarta ada Kawan-kawan Institut Pelangi Perempuan, Ino, Ratna, Panca, Deo, Joewe. Trus ada Kawan­kawan seperjuangan di Arus Pelangi ada King oey, Iyek, Andre, Deasya,Ipung dan Devina. Juga ada kawan-kawan di Yayasan Srikandi Sejati, Luluk azura dan satu lagi namanya Kak Inez orang yg paling jago buat Pisgor ama Capcay. Juga ada hartoyo, Ricky dan Aldo di Ourvoice. Dan juga teman-teman baru saya di Genk Jomblo, ada Jo, Kevin,yaedy,Rizky hary, Sakti. Serta ada Arya, gila gwe salut ama lu yg mempertahankan hubungan cinta selama 15 tahun. dan dua adikku manis Junot dan Irvan.
Sebenernya masih sekarung nama yg ingin saya tuliskan sebagai tanda terima kasih, tapi saya kawatir ntar yang baca malah ngira ini novel apa buku sensus, heheheh…saya hanya bisa mengucapkan salam buat temen-temen yg ada diluar Jakarta, seperti Aceh (faizal), Medan (ame), Palembang(farez),Lampung(Gio), Bandung (Indra),Batam (panca),Kepri (Tono),Makasar (Ino), Surabaya(all staf gaya Nusantara), Bali (sinta).
Karena zaman sekarang bukan zaman gajah mada, tapi udah zaman lady gaga jadi bwat kawan-kawan yang mau bergabung dengan komunitas LGBT sudah sangat mudah, nama­nama diatas adalah sahabat pelangi yang bisa kalian hubungi. Tapi ada yang mesti diingat bahwa dunia organisasi tidaklah menjanjikan apa-apa, karena kerja-kerja diorganisasi adalah kerja-kerja ideologis yang sangat berbeda dengan dunia kapitalis.
Dan yang pasti dari zaman alm. Eyang harto, habibie,megawati, alm gusdur sampe zaman sby, masalah yang dihadapi kelompok LGBT tetap sama yaitu masih kencengnya diskriminasi di negeri ini, harus diakui menjadi minortas sangat rentan dengan perlakuan diskriminasi, tapi Negara ini udah parah banget bow….masa wakil-wakil rakyat yang bertengger di senayan dengan seenak jidatnya membuat undang-undang yang mengkrimalkan LGBT dan itu dituangkan dalam UU AP (undang-undang anti pornogafi). dan beberapa Perda diantaranya Perda Palembang dan Tangerang.
Dampak dari diskriminasi ga tangung-tangung bow, sampe-sampe ada kawan-kawan kita yang harus rela dipecat gara-gara ketauan di gay, miris banget kan. Dan yang paling kena banget adalah teman-teman waria, mereka nyebong dan ngamen dijalan bukan karena cita-cita mereka,itu semua karena pemerintah tidak memberikan perlakuan yang sama pada setiap warga negaranya mengakses pekerjaan. Jadi mau tidak mau dan suka tidak suka untuk kedepan kita haruslah jeli memilih calon-calon penguasa negeri ini, ya paling tidak pilihlah calon-calon dan partai-partai tidak homophobic dan mengerti apa itu hak azasi manusia baik secara teori maupun praktek.
Dan mengenai homophobic ini adalah catatan saya selanjutnya, homophobic adalah suatu sikap yang dimiliki seseorang yang tidak menyukai/menerima lgbt. Sikap tidak suka ini sering sekali berujung pada kekerasan. Atau sering juga disebut hate crime.contoh yang nyata dari homophobic adalah dengan adanya aksi-aksi fundamentalis yang sering banget melarang kegiatan-kegiatan LGBT, mereka ga peduli apapun jenis kegiatan minumnya tetep teh botol sosro,ehhh salah maksud saya apapun yang dilakukan LGBT pasti dilabrak jika mereka mengetahuinya. Yang menjadi pertanyaan adalah bagimana menyikapi mereka?. 

banyak cara untuk meredam hate crime diantaranya adalah bergabung dengan organisasi­organisasi yang sudah ada, seperti Arus Pelangi, Ardhanary Instutut, Institut Pelangi Perempuan, Yayasan Srikandi Sejati, Gaya Nusantara, Our Voice.Dll. diorganisasi kita bias banyak belajar bagaimana menyusun strategi bersama untuk menyikapi homophobic selain itu kita bisa menambah ilmu pengetahuan tentan isu-isu LGBT, ya…memang sich secara individual kita bisa juga menyuarakannya tapi bukankah lebih baik kita menyapu dengan seikat lidi dibanding dengan sebatang lidi?
Sebagai penutup izinkan saya mengcupakan terima kasih sekali lagi untuk kawan-kawan yang telah meluangkan waktunya mau membaca karya perdana saya ini. Karena novel ini berasal dari potongan cerita kawan-kawan maka saya kembalikan lagi cerita ini untuk kawan-kawan sebagai hadiah cinta menyambut tahun baru 2011.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar